Latest Entries »

Tentang Kami

Yayasan Bina Insan Muallaf

1.Latar Belakang

Diluar pengetahuan kita, banyak sekali masyarakat non Muslim yang secara tidaklangsung tersentuh oleh akhlak atau ajaran Islam,  hal ini bisa terjadidisebabkan pergaulan sehari hari dengan orang terdekat yang Muslim, lingkunganyang mayoritas Muslim atau juga  kebenaran ajaran Islam yang dapatditerima dengan logika bahkan dari mimpi.
Untukmereka kalangan non Muslim sangatlah tidak mungkin mereka bisa langsungmenyadari bahwa itu adalah sentuhan hidayah  Allah.SWT, karena merekabelum mengenal Allah.SWT, bahkan adakalanya bagi  sebagian masyarakat atauras tertentu  menerima ajaran dan memeluk agama  Islam adalah sangattabu, sehingga tentulah sangat sulit bagi mereka untuk bisa lebih lagi memahami hidayah yang mereka terima.
Namunada juga sebagian dari mereka dengan yakin dan  mantap menyatakan untukmemeluk agama Islam meskipun ada penolakan dan pertentangan dari lingkungan nyabahkan orang-orang terdekat mereka.Tidak sedikit dari mereka yang relameninggalkan pekerjaan, harta, keluarga mereka dengan resiko kehilangankehidupan mereka yang sebelumnya berkecukupan harta dan kasih sayang yangditukarnya dengan kehidupan yang terkucil dan masa depan yang seakan suram.
Merekapara calon Muallaf dan Muallaf  ini memerlukan bantuan ,perhatian dan bimbingan untuk menjadi muslim yang kuat dan kaaffah, oleh karenanya upayauntuk mewujudkannya adalah suatu keniscayaan.
Terdorongdengan  gambaran nyata diatas, maka tercetus ide untuk membentuk komunitaspembinaan muallaf  ini  yang diawali di Bandung denganberkumpulnya beberapa muallaf pada 30 Mei 2010 dan kemudian berlanjut denganmengadakan pembinaan rutin untuk muallaf ditiap minggunya di bawah bimbinganUstadzah Athia Tsafitri, LC. Kemudian kegiatan ini terus berlanjutk di JakartaBarat dan Jakarta Selatan yang dibimbing oleh KH. Hamzah Hasan, LC, MA.
Agenda tersebut terus berlangsung, sehingga diambil suatukesimpulan kegiatan ini harus memiliki legalisasi hukum guna menghindari fitnahsehubungan dengan menjamurnya aliran sesat di tanah air. Dengan berbekal niatbaik dan memenuhi panggailan agama maka yayasan BISMILLAH yang memilikikepanjangan Bina Insan Muallaf Menuju Hidayah diresmikan di Notaris NegaraNiniek Rustinawati Wibisono, SH, Mkn, Perkantoran Mitra Matraman blok A-2No  Jl Raya Matraman No 148  Jakarta Timur pada tanggal 10 Agustus2010

A.Landasan-landasan 
1.Ideologis   
   Al Qur’an
  • 60. Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( QS. At-Taubah:60 )
  • 4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. ( QS. As-Shaff : 4 )
  As-Sunah
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَ لَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَوْمَ حُنَيْنٍ قَسَمَ فِي النَّاسِ فِي الْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَلَمْ يُعْطِ الْأَنْصَارَ
Telah disampaikan kepada kami dari Musa bin Ismail yangtelah disampaikan oleh Wuhaib yang telah disampaikan oleh Amru bin Yahya dariAbbad bin Tamim  dari Abbullah bin Zaid bin Ashim berkata : ketika Allahmengkaruniakan kepada rasulnya harta rampasan dalam perang hunain beliaumembagikannya ( harta tersebut) kepada para mualaf dan tidak membagikannyakepada kaum anshar sama sekali ( HR. Bukhari).
عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ
يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ أَصَابِعَهُ
Dari Abi Musa bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Mukminsatu bagi mukmin lainnya ibarat bangunan yang saling menguatkan satu samalainnya dan beliau merapatkan jemarinya (HR. Bukhari)
   Atsar Shahabah
Kebenaranyang tidak teratur dan terencana akan dikalahkan oleh kebathilan yang terencanadan rapi  (Imam Ali bin Abi Thalib Radhiallâhu ‘anhu).
1.Landasan Konstitutional.   
   UUD 45 Pasal 28E :
    Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkanpendapat
   UUD 45 Pasal 29:
  1. Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan tunduk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
الله أكير، الله أكير، الله أكير، لا إله إلا الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
الله كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركين
لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز حنده وهزم الأحزاب وحده
لا إله إلا الله والله أكبر ألله أكبر ولله الحمد

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,  Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah.
Allah Maha Besar  dan segala puji yang banyak hanya milik Allah dan maha suci Allah di pagi dan sore hari, tiada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepadanya dengan penuh keikhlasan dan ketundukan walaupun orang-orang musyrik membencinya.

Tiada tuhan selain Allah, sungguh benar janjinya, dan telah memenangkan hamba-Nya, memuliakan prajurit-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan sekejap,
Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar  dan segala puji hanya milik Allah”

Takbir, tahlil dan tahmid berkumandang sejak matahari terbenam hingga terbit kembali pada esok harinya, menandai selesainya hari-hari yang penuh rahmat dan ampunan, melengkapi waktu selama sebulan penuh dengan beribadah dan bertaqarrub kepada Allah; mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan, seperti yang disebutkan dalam firman Allah:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaknya kalian menyempurnakan bilangan, dan mengagungkan Allah agar hidayah telah dianugerahkan dan agar supaya kalian bersyukur”. (Al-Baqarah:185)

Keutamaan idul fitri
Banyak keutamaan yang diturunkan Allah SWT pada hari idul fitri. Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda:

فإذا كانت ليلة الفطر سميت تلك الليلة الجائزة ، فإذا كان غداة الفطر يبعث الله عز وجل الملائكة فيمضون في الأرض ، فيقومون على أفواه السكك ، فينادون بصوت يسمعه جميع خلق الله تعالى إلا الجن والإنس ، يقولون : يا أمة محمد صلى الله عليه وسلم ، اخرجوا إلى رب كريم يعطي الجزيل ويغفر العظيم فإذا برزوا إلى مصلاهم يقول الله عز وجل للملائكة : يا ملائكتي ، ما جزاء الأجير إذا عمل عمله ؟ قال : تقول الملائكة : إلهنا وسيدنا ، جزاؤه أن يوفى أجره قال جل وعلا : فإني أشهدكم أني قد جعلت ثوابهم من صيامهم شهر رمضان وقيامهم رضاي ومغفرتي ويقول : يا عبادي ، سلوني ، فوعزتي وجلالي لا تسألوني اليوم شيئا في جمعكم لآخرتكم إلا أعطيتكموه ، ولا لدنياكم إلا نظرت لكم ، وعزتي لأسترن عليكم عثرتكم ما راقبتموني ، وعزتي لا أخزيكم ولا أفضحكم بين يدي أصحاب الحدود ، انصرفوا مغفورا لكم ، قد أرضيتموني ورضيت عنكم قال : فتفرح الملائكة وتستبشر بما يعطي الله هذه الأمة إذا أفطروا من شهر رمضان
“Pada malam Idul Fitri Allah membayarkan pahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan, lalu Allah memerintahkan kepada malaikat-malaikat-Nya di pagi hari itu agar turun ke bumi, mereka berdiri di ujung-ujung jalan dan pintu-pintu masuk perkampungan seraya menyerukan kepada makhluk di bumi ini dengan suara lantang yang didengarkan oleh semua makhluk bumi kecuali manusia dan jin : wahai umat Muhammad keluarlah kepada Tuhanmu Yang Maha Besar, Menerima hal kecil, Membalas dengan kebesaran, Memaafkan dosa besar. Ketika mereka mulai berduyun-duyun ke masjid-masjid dan mendirikan shalat dan berdoa, maka Allah berkata kepada Malaikat: Wahai malaikat-Ku.. apa ganjaran pekerja setelah menunaikan pekerjaannya? malaikat berkata: Wahai Tuhanku dan pemimpinku, ganjarannya adalah memenuhi upahnya.  Allah berseru kepada malaikat-Nya: “Aku bersaksi wahai malaikat-Ku bahwa Aku telah memberikan pahala puasa hamba-hamba-Ku, pahala shalat-shalat mereka. Aku limpahkan kepada mereka ridha dan ampunan-Ku. Kemudian Allah berfirman “Wahai hamba-hamba-Ku, demi keagungan dan kemuliaan-Ku, apapun yang kalian minta untuk hari akhirmu pasti akan Ku kabulkan, apapun yang kalian minta untuk dunia kalian pasti akan Ku ikutkan, Aku akan tutupi kekuranganmu sejauh engkau mengingat-Ku, keluarlah dengan ampunan dan ridha-Ku, Maka Nabi bersabda: maka para malaikat bergembira dan memberikan kabar gembira apa yang diberikan Allah pada umat ini pada saat selesai dari bulan ramadha”. (Akhbar Mekah oleh Al-Fakihi)”
Kami dari Bina Muallaf
 dengan segala kerendahan hati
ingin mengucapkan
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Pengertian Islam

Pengertian Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala berfirman,

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)


Allah ta’ala juga berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

Allah ta’ala berfirman,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)
Allah ta’ala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah dengan memeluk agama ini.

Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kalian mendapatkan hidayah.” (QS. Al A’raaf: 158)
Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda yang artinya, “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.”

Hakikat beriman kepada Nabi adalah dengan cara membenarkan apa yang beliau bawa dengan disertai sikap menerima dan patuh, bukan sekedar pembenaran saja. Oleh sebab itulah maka Abu Thalib tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun dia membenarkan ajaran yang beliau bawa, bahkan dia berani bersaksi bahwasanya Islam adalah agama yang terbaik.

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah ta’ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً
“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.” (QS. Al Maa’idah: 48)

Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian orang.

Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya.

Allah ta’ala berfirman,
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. Ash Shaff: 9)

Allah ta’ala berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)

Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum. Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-syariat yang diajarkannya:

  1. Islam memerintahkan untuk menauhidkan Allah ta’ala dan melarang kesyirikan.
  2. Islam memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang dusta.
  3. Islam memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang aniaya.
  4. Islam memerintahkan untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat.
  5. Islam memerintahkan untuk menepati janji dan melarang pelanggaran janji.
  6. Islam memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan melarang perbuatan durhaka kepada mereka.
  7. Islam memerintahkan untuk menjalin silaturahim (hubungan kekerabatan yang terputus) dengan sanak famili dan Islam melarang perbuatan memutuskan silaturahim.
  8. Islam memerintahkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan melarang bersikap buruk kepada mereka.

Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina. Islam memerintahkan segala macam amal salih dan melarang segala amal yang jelek. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah kepada sanak kerabat. Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan mungkar, serta tindakan melanggar batas. Allah mengingatkan kalian agar kalian mau mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)

Diterjemahkan dari Syarh Ushul Iman, hal. 5-8, Penerbit Darul Qasim
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
Diterjemahkan oleh: Abu Muslih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Program Kerja

Yayasan Bina Muallaf ini memiliki program kerja sebagai berikut: 

  1. Mengadakan pengajian rutin mingguan dan bulan dimasing-masing wilayah
  2. Memberikan sarana kosultasi untuk muallaf secara lansung ataupun melalui media lainya (BBM, YM, FB)
  3. Menjalin kerjasama dengan DKM masjid dan lembaga Islam di seluruh Indonesia dalam menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan para mualaf
  4. Menggalang dana yang halal untuk mewujudkan tujuan bersama.
  5. Memberikan bantuan moril dan materil kepada mualaf yang mendapatkan masalah karena ke-Islamannya  serta memberikan bantuan hukum bagi mualaf yang membutuhkan
  6. Menyediakan tenaga konsultan dan pengajar yang kompeten.
Rukun IMAN ada 6, yaitu :
1. Iman Kepada Allah
Pengertian iman kepada Allah adalah iman atau yakin bahwa allah adalah ilah(sembahan)yang benar hanya allah yang berhak disembah tanpa menyembah kepada yang lain karena dialah pencipta hamba-hamba-nya dialah yang memberi rizeki kepada manusia. yang mengetahui segala perkara yang dilakukan manusia baik yang di lakukan secara terang terangan atau sembunyi-sembunyi dialah yang maha kuasa yang memberikan pahala bagi yang taat kepada-nya dan mengazab manusia yang berbuat maksiat.Untuk tujuan ibadah inilah Allah menciptakan jin dan manusia sebagaimana di nyatakan dalam firman-nya;
Dan aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-ku aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya memberi aku makan. sesunguhnya allah. dialah maha pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh(adz dzariat;56-58)


2. Iman Kepada Para Malaikat-Nya

Iman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat, yang diciptakan dari cahaya. Mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah, adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Adapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka laksanakan. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mutawatir dari nash-nash Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Jadi, setiap gerakan di langit dan di bumi, berasal dari para malaikat yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah Azza wa Jalla. Maka, wajib mengimani secara tafshil (terperinci), para malaikat yang namanya disebutkan oleh Allah, adapun yang belum disebutkan namanya, wajib mengimani mereka secara ijmal (global).

3. Iman Kepada Kitab-Kitab

Maksudnya adalah, meyakini dengan sebenarnya bahwa Allah memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya, yang benar-benar merupakan Kalam (firman, ucapan)-Nya. Ia adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah. Wajib beriman secara ijmal, kecuali yang telah disebutkan namanya oleh Allah, maka wajib baginya mengimaninya secara tafshil, yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Selain wajib mengimani bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah, wajib pula mengimani bahwa Allah telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajiban serta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur’an merupakan tolok ukur kebenaran kitab-kitab terdahulu. Hanya Al-Qur’anlah yang dijaga oleh Allah dari pergantian dan perubahan. Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan, dan bukan makhluk, yang berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

4. Iman Kepada Rasul-rasul

Iman kepada rasul-rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Kebijaksanaan-Nya telah menetapkan bahwa Dia mengutus para rasul itu kepada manusia untuk memberi kabar gembira dan ancaman kepada mereka. Maka, wajib beriman kepada semua rasul secara ijmal sebagaimana wajib pula beriman secara tafshil kepada siapa di antara mereka yang disebut namanya oleh Allah, yaitu 25 diantara mereka yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Wajib pula beriman bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi selain mereka, yang jumlahnya tidak diketahui oleh selain Allah, dan tidak ada yang mengetahui nama-nama mereka selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Wajib pula beriman bahwa Muhammad shalalallahu alaihi wa salam adalah yang paling mulia dan penutup para nabi dan rasul, risalahnya meliputi bangsa jin dan manusia, serta tidak ada nabi setelahnya.

5. Iman Kepada Hari Kiamat

Iman kepada kebangkitan setelah mati adalah keyakinan yang kuat tentang adanya negeri akhirat. Di negeri itu Allah akan membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik dan kejahatan orang-orang yang berbuat jahat. Allah mengampuni dosa apapun selain syirik, jika Dia menghendaki. Pengertian alba’ts (kebangkitan) menurut syar’i adalah dipulihkannya badan dan dimasukkannya kembali nyawa ke dalamnya, sehingga manusia keluar dari kubur seperti belalang-belalang yang bertebaran dalam keadaan hidup dan bersegera mendatangi penyeru. Kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

6. Iman Kepada Takdir (Qodar)

Iman kepada takdir adalah meyakini secara sungguh-sungguh bahwa segala kebaikan dan keburukan itu terjadi karena takdir Allah. Allah ta’ala telah mengetahui kadar dan waktu terjadinya segala sesuatu sejak zaman azali, sebelum menciptakan dan mengadakannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya, sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya itu. Allah telah menulisnya pula di dalam Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannya.

Banyak sekali dalil mengenai keenam rukun Iman ini, baik dari segi Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Diantaranya adalah firman Allah Ta’ala:

”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, dan nabi-nabi…” (Al-Baqarah:177)

”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran).” (Al-Qomar: 49)

Juga sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam hadits Jibril:
”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasulNya, dan hari akhir. Dan engkau beriman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk.” (HR Muslim)

Rukun islam, ada 5 perkara yaitu :
1. Mengucapkan dua kalimah syahadat
2. Menegakan Sholat
3. Menunaikan Zakat
4. Puasa di bulan Ramadhan
5. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu.
Hal ini berdasarkan Hadits Mutafaqun ‘Alaih, yang artinya :
“Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.” (Riwayat Turmuzi dan Muslim)


Berikut adalah rincian dari ke-lima rukun dalam rukun islam tersebut
Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda (yang artinya), “Islam dibangun atas 5 perkara”.

1. “Syahadat (persaksian) bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Yaitu kita mengikrarkan dengan penuh keimanan juga diwujudkan dalam tindakan kehidupan kita bahwa tiada sesembahan yang berhak dan benar selain Allah dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah serta kita wajib menaati Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dalam agama Allah ini.

2. “Dan menegakkan Sholat.”

Yaitu menegakkan Sholat terutama sholat 5 waktu, dengan menunaikan rukun-rukun, kewajiban-kewajiban, dan khusu’ di dalamnya serta bersungguh sungguh dalam mempelajari ibadah sholat sehingga dalam pelaksanaanya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam

3. “Memberikan Zakat.”

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib bagi setiap muslim yang termasuk kedalam golongan wajib zalat, selain itu wajib bagi seorang muslim bila ia memiliki 85 gram emas atau uang yang senilai dengannya dalam masa kepemilikan 1 tahun. Besar zakat ini adalah 2,5 %.Adapun zakat selain dalam bentuk uang mempunyai ukuran tertentu

4. “Dan haji ke Baitullah.”


Menjalankan Haji ini bagi orang yang mampu menunaikannya. Mampu dalam hal ilmu, harta dan fisik, hukumnya menjadi yang mampu.

5. “Berpuasa di bulan Ramadhan.”

Puasa di bulan radmadhan adalah termasuk puasa yang wajib, berdosa besar bagi muslim yang tidak melaksanakannya, puasa adalah mencegah diri dari makan minum dan seluruh perkara yang membatalkannya dari fajar sampai tenggelam matahari disertai dengan niat puasa.

 
” MOHON DISEBAR-LUASKAN ”  
Hasil Penjualannya akan di Infaqkan untuk Yayasan Mualaf sebesar 100 juta…. “
DIJUAL CEPAT 1 APARTEMENT CENTRAL PARK RESIDENCE PODOMORO CITY “
( SANGAT MURAH – di jual RUGI 1,4 M – Harga resmi pasaran setelah discount 1,6 M ) – 2 K.Tidur
( 1 Master Bed room) – 2 K.Mandi – Living Room – Pantry – Ruang Makan – Balcony

Silahkan Hubungi : Resa – 0812.2009.9913 – Bang Zay – 0812.209.7669 ….

Berikut potongan2 BBM dari Eca yang diterimanya dari Tya Muallaf yg baru 2 bulan Islam,!!! ALLAHU Akbaaar,!!!
“Ka eca tau ga?td pagi…tya kan lagi sakit flu dan batuk,naaah…trus dbangunin, di doain gitu sama pendetanya papa bawa dari kalimantan tea,,tya disuruh makan roti dan minum anggur perjamuan…tapi bener kuasa ALLAH,gak keteguk sama tya setetes pun,leher ty teh ky dhalangin ama batu gede,,ty muntahin aja d wc,,aneh deh…mereka bilang tya dikuasai setan karena memilih jalan yg salah…
Mereka bilang,tya di kuasai kuasa gelap dalam diri tya,karna tya tidak percya yesus itu adalah tuhan.
Semakin dpaksa gitu,tya semakin percaya dengan ALLAH SWT,,
Smakin kuat tya yakin tya dijalan yang bener…
Baru beres sholat di masjid ni ka,,oia tadi subuh juga kan mau sholat subuh,eh gak taunya tiba2 mama papa dan adik masuk ke dalam kamar, supaya tya gak sholat. gak ada cara lain tya sholat berdiam diri, hanya mata dan hati aja yg berbicara…
Tya sih uda bilang berkali2, tya ini islam, dan gak mau di paksa untuk melakukan hal2 yang bertentangan dengan agama tya. tapi mereka gak perduli…tya sih sabar aja, karena semakin di giniin, ALLAH semakin menunjukkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
qita pasti kuat ka ngelewatin yang gini mah, tinggal sabar aja…paling lama juga 70 tahun kalo d kasih umur panjang, yg penting nikmat surga ka…diginiin mah gak sberapa, di banding dengan siksa Allah, pasti lebih pedih… “
Bbm Abang ke Eca untuk Tya ;
ALLAH Kariiiim,terharu saya membaca bbm eca tentang Tya…Saya evaluasi diri saya saat seumur Tya….saya belumlah sedemikiannya aqidah saya terhadap ALLAH SWT…Kita doakan Tya segera bisa cepat melewati masa transisi ini….Teman2 Taklim terus bantu doa buat Ty yaa…Baraqallahfiikum,!!!
Saya tidak tau harus memulai darimana tentang kisah saya untuk mengenal dunia “Islam”. Mungkin agar lebih jelas bagaimana asal muasal saya masuk agama yang penuh dengan barokah yaitu agama “Islam”. Saya sendiri dibesarkan dikeluarga militer. Dari keluarga ini menjadikan saya sebagai seorang pemberontak. Hanya kekerasan watak dan ingin melakukan sendiri itulah yang jadi dasar watak saya. Mungkin ini gak pantas untuk menjadi cerita yang harus diungkapkan. Tapi ini merupakan bagian besar kehidupan saya. Papa saya seorang purnawirawan militer dari kesatuan

KKO (kalau sekarang dinamakan MARINIR), yaitu kesatuan elite dari TNI AL. Beliau berasal dari suku Sunda tepatnya dilahirkan di kota Bandung. Sedangkan Mama saya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Di usia muda kadang mempunyai kesibukan menjahit. Mama menerima jahitan untuk membuat baju yang para langganannya adalah teman-teman kantor di yayasan para istri tentara (Jalasenastri) ataupun para tetangga komplek. Mama mengerjakan sendiri jahitannya dengan sangat rapi, walaupun cukup memakan waktu yang agak lama. Tapi para langganannya sangat puas atas hasil jahitannya. Kadang Mama juga menerima untuk membuatkan kue atau masakan dari sapapun. Karena ketekunan beliau, dari mulut ke mulut berita itu tersebar kemana-mana, sehingga Mama gak pernah kehabisan orderan. Mama dilahirkan di Semarang dari keluarga besar beragama Katholik. Papa dahulunya beragama Islam, karena pernikahan itu maka pindahlah keyakinan beliau untuk memasuki agama Katholik.
Saya dibesarkan dengan ajaran dan keyakinan agama Katholik. Mulai dari kecil saya mempelajari agama turun temurun. Agama ini berasal dari Kakek buyut saya yang dulunya adalah keturunan dari Belanda. Sehingga ini merupakan sebagai paradox kalau ini telah dicap sebagai agama keturunan. Bukan lagi dari sebagian besar tetapi semua telah mengikuti ajaran Katholik.
Dari keluarga ini saya dididik untuk memahami ajaran Katholik. Mulai dari sekolah dasar saya sudah diajarkan mengenai agama tersebut. Pernah suatu ketika saya melihat teman-teman sepermainan saya beramai-ramai ke masjid jam 3 sore. Mereka yang cowok ada yang mengenakan celana panjang, ada yang mengenakan sarung sambil memakai tutup kepala (kalau di Jawa disebut koplok / kopyah), sedang yang cewek memakai kerudung atau jilbab. Itu saya liat tiap hari dari waktu ke waktu. Dari situ saya entah kenapa terketuk untuk pengen ikut mereka. Begitu aneh yang saya rasakan, kenapa ada keinginan seperti itu. Apa sih yang saya tau, sedang saya masih sangat kecil untuk memahami perbedaan itu. Suatu saat entah mungkin itu keberanian atau apa, saya memberanikan diri minta ijin dari Mama untuk ikut teman-teman ke masjid. Tapi apa? Bukan hanya larangan, tapi kemarahan dan pukulan yang saya terima. Mama bilang “Kamu udah gila atau gimana? Agama kamu itu apa? Ngapain kamu ikut-ikutan mereka? Pengen jadi orang gak bener kamu?”. Itulah yang masih terngiang-ngiang dikepalaku sampe saat detik ini. Akhirnya keyakinanku akan ajaran Katholik berlanjut sampe saya menginjak usia remaja.
Saat saya memasuki usia remaja, awal saya menginjak kelas 1 SMA, saya mempunyai seorang sahabat cewek yang berbeda sekolah. Dia bernama “Nurmaya”. Kami kenalan diatas angkot yang kebetulan searah dengan sekolah kami. Karena saya orangnya adalah penutup dan pemalu, maka dia duluan yang mengajak saya untuk berkenalan. Dia adalah putri seorang pegawai negri sipil dibagian Catatan Akte kelahiran. Kedua orang tuanya adalah PNS yang kebetulan satu kantor. Mereka berasal dari kota Blitar. Untuk saat itu mereka dipindah tugas untuk menduduki kantor di Surabaya. Dimana kebetulan diakhir tugas Papa saya untuk menjadi pelatih sekolah khusus Marinir juga bertempat di Surabaya. Sehingga kami tinggal di Surabaya. Di awal pertemuan diangkot itu akhirnya kami menjalin persahabatan yang sangat hebat menurutku. Kebetulan disini dia berkeyakinan yang sangat berbeda denganku. Meskipun kami berbeda keyakinan tapi kami saling memahami dalam arti tidak mempermasalahkan perbedaan itu. Dia bagiku sangat baik sekali. Tak pernah saya diberikan perhatian yang lebih melebihi kasih sayang kedua orang tuaku. Terkadang dia pernah juga mengenalkan saya tentang apa sis itu Islam. Susah senang kami lalui bersama. Mungkin ini hadiah Tuhan yang diberikan padaku. Persahabatan ini berlangsung hingga kami lulus SMA. Diakhir kelulusan sekolah dia pernah bercerita padaku kalau dia akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan putra dari teman sekantornya. Dari situ awal perpisahan kami, karena dia harus melanjutkan sekolah di Bogor. Ada pesan yang masih saya ingat saat ini adalah “Jagalah dirimu baik-baik. Temukan jati dirimu sesungguhnya. Aku yakin kamu akan menemukan cahaya itu”. Itulah pesan terakhir perpisahan kami.
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap bekerja, karena selama masih sekolah SMA saya bekerja paruh waktu tanpa sepengetahuan orang tua. Saat itu paginya saya bekerja di perusahaan tepung terbesar di Indonesia. Saya mendapatkan kerjaan dari Gurbernur Jawa Timur yang juga seorang seniman. Mungkin anda pernah dengar seorang Gurbernur yang juga seorang penyanyi. Beliaulah Gurbernur Jawa Timur Bapak Basofi Sudirman. Bukannya saya mau menyombongkan diri. Ini semua saya raih karena prestasi saya didunia pendidikan. Saya selain mendapatkan beasiswa dari pemerintah, saya juga diberi kesempatan untuk mengembangkan diri di dunia kerja. Di perusahaan tersebut saya menduduki dibagian produksi. Dibayangan saya saat itu adalah bekerja mendapatkan uang. Saya pikir dunia kerja itu enak, tapi apa yang saya lakukan berbeda dengan yang saya bayangkan. Cukup berat kerjaan yang saya lakukan. Saya disitu menghitung karung yang satu ikatnya dihitung 100 lembar karung lalu dimasukkan dalam mesin produksi untuk wadah tepung. Per paruh waktunya saya bisa melakukan sampe 100 ikat. 1 ikat bias mencapai kira-kira 25kg. Disitu waktu itu saya mendapat gaji Rp 5rb/hari. Cukup lumayan lah untuk bisa membeli buku atau untuk uang saku.
Karena didikan tersebut saya menjadi mandiri dan tak pernah satu sen pun untuk meminta orang tua. Sampe akhir kelulusan sekolah saya melanjutkan untuk memutuskan sekolah lagi di kota Gresik. Saya mengambil jurusan Manajemen Pariwisata, karena dipikiran saya mungkin kalau saya kerja di hotel dapat uang banyak. Sekolah ini saya tempuh sekitar 1½ tahun. Setelah itu saya diterima disuatu hotel bintang 3. Benar dipikiranku, ternyata dihotel itu cukup banyak pemasukan yang tak terduga. Banyak uang yang saya terima secara tak terduga. Uang itu berasal dari tips tamu yang berdatangan di hotel itu. Kebetulan di hotel itu saya berkedudukan sebagai staff dari bagian Restoran. Uang yang saya dapat sedikit demi sedikit saya kumpulkan sampe suatu saat saya berpikir untuk ingin melanjutkan sekolah kembali atas dari biaya sendiri. Saya memutuskan untuk mengambil jurusan Akuntansi disuatu Universitas swasta yang cukup ternama di Surabaya. Kuliah ini saya tempuh selama 4 tahun. Di pertengahan ajaran di awal penerimaan mahasiswa baru yang saat itu saya sudah menginjak semester 5 saya bertemu kembali dengan sahabat saya waktu sekolah. Ada rasa senang, rindu, marah dan benci berbaur menjadi satu. Senang karena saya bertemu kembali dengan sahabat lamaku, rindu karena memang kami sudah cukup lama berpisah, sedang marah dan benci karena dia dengan tega meninggalkanku sendirian. Akhirnya persahabatan kami berlanjut. Asal mulanya kenapa dia kembali ke Surabaya karena dia telah memutuskan tunangannya karena tunangannya tersangkut kasus narkoba. Dan akhirnya pertunangan mereka putus ditengah jalan.
Dikampus kami mengalami perbedaan. Saya aktif di organisasi kemahasiswaan kerohanian Katholik (yang dinamakan UKM BKK), sedang dia adalah aktivis dari organisasi kemahasiswaan kerohanian Islam (yang suka disebut UKM BKI). Walaupun kami berbeda keyakinan, tapi persahabatan kami sangat hebat. Kami dapat menyatukan perbedaan itu.
Karena saya telah menjalani kuliah lebih awal daripada dia. Akhirnya saya diwisuda terlebih dahulu. Intensitas persahabatan kami akhirnya ada kerenggangan. Mungkin saya masih terlena oleh impian-impian duniawi. Saya sangat ambisius untuk bekerja. Di saat kelulusan saya menempuh dunia kuliah saya diterima di perusahaan BUMN yang sangat menjanjikan di Indonesia. Saya diterima bekerja di Pertamina sebagai staff administrasi di kantor distrik Surabaya. Karena ketekunan saya, akhirnya saya dipromosikan sebagai kepala administrasi keuangan. Dan itupun hanya berlangsung 3 tahun sejak saya masuk di perusahaan yang saya banggakan ini. Tapi ini tak berlangsung cukup lama. Setelah saya menduduki sebagai kepala keuangan saya diberikan kesempatan untuk mempelajari marketing. Akhirnya saya banting setir yang tadinya dasar saya sebagai accounting berbelok arah menjadi sales. Karena hasil yang didapatkan seorang sales sangat besar dibanding seorang kepala bagian sekalipun, dari situ awal saya sudah lupa dengan kehadiran Tuhan. Tuhan yang tadinya saya yakini ternyata berubah keduniawian yang saya agungkan. Ada jadwal dimana senang-senang adalah kewajiban dari kehidupan saya. Mungkin anda pernah dengar tentang Surabaya. Surabaya itu merupakan Las Vegas nya Indonesia. Merupakan surganya para Mavioso (sebutan kalau di Itali). Hal yang ilegal bisa menjadi legal, karena memang dapat ijin dari pemerintah setempat. Yang namanya diskotik adalah hiburan saya 3x dalam 1 minggu harus dilakukan. Selain itu juga hampir tiap hari minuman keras dan narkoba tak pernah terlewatkan. Jangankan hanya itu, “zina” pun saya lakukan dengan berganti2 cewek. Itu semua berbalik dari dulu dimana saya adalah seorang pendiam dan pemalu berubah drastis menjadi seorang pemberani dalam hakekat yang salah. Di Surabaya hampir semua saya kenal, gak hanya seorang bandar narkoba, calo cewek atau mafia sekalipun, tetapi petinggi polisi di Surabaya juga saya kenal. Dengan uang saya bisa melakukan apapun yang saya mau.
Ngomong-ngomong berbicara tentang persahabatan kami yang pernah saya jalin dengan Maya. Persahabatan kami menjadi renggang. Karena dia terlalu cerewet saat itu. Menurutku saat itu dia selalu menasehati saya sehingga telinga ini sangat kebal rasanya untuk nerima segala ocehannya.
Diawal tahun 2009 Maya sakit sehingga dirawat sampe berbulan-bulan di RS. Dari situ saya terketuk kasian untuk melihatnya. Hampir setiap hari saya menemaninya dan menyuapinya di RS. Sampe terkadang saya suka nginap di RS. Sehingga lambat laun saya udah lupa dengan dunia gemerlapan yang sering saya jalani. Saya lebih memperhatikaan dia. Dibenak saya, saya gak ingin kehilangan dia. Mungkin benar kata orang Jawa bilang kalau “Tresno jalaran soko kulino”. Mungkin karena dasar itu, lagi-lagi dia yang memulai pertama saat pertama awal kami berkenalan. Dia menyatakan dulu cintanya padaku. Akhirnya karena perasaan kasian saya menerima cintanya. Tepat pada tanggal 14 Maret 2009 saya menikah dengannya tanpa didampingi orang tua. Karena orang tua tidak member restu pernikahan kami, alasannya adalah berbeda keyakinan dan saya telah melakukan kesalahan besar yaitu mengkhianati agama saya untuk beralih ke agama Islam yang pernah menjadi selintas angan tapi bukan impian cita-cita. Saya di syahadatkan sebelum pernikahan berlangsung. Pernikahan ini pun terjadi bukan dirumah atau digedung yang mewah yang diimpikan setiap orang. Tetapi pernikahan ini berlangsung sangat sederhana di RS. Cukup disaksikan orang tuanya, saudaranya, dokter dan perawat. Itu saja yang menghadiri pernikahan kami. Kalau ingin saya sampaikan, dia ternyata udah cukup lama mengidap penyakit kanker otak akut. Selesai pernikahan kami, menjelang 2 hari kemudian, istri saya akahirnya diperbolehkaan pulang. Itu mungkin karena semangat ingin hidupnya sangat tinggi yang ingin bahagia menciptakan keluarga denganku. Tapi sayang takdir berkata lain. Pernikahan kami hanya ditakdirkan hanya cukup sampe 3 bulan saja. Tanggal 19 Juni 2009 istri saya telah berpulang ke rahmatullah. Saya sangat sedih ditinggal olehnya. Apa yang diimpikan oleh kami berdua sirna begitu saja. Karena takdir itu, akhirnya saya kembali lagi kedunia gemerlap yang pernah saya tinggal semenjak saya nikah. Saya tak pernah lepas dengan minuman keras, narkoba, ataupun cewek liar sekalipun. Saat itu saya hanya merasa ingin melepaskan kebelengguan saya.
Suatu saat ketika 1 minggu sebelum Ramadhan saya ditangkap pihak berwajib di saat masih didiskotik ketika itu waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Untunglah pihak perusahaan telah menjamin saya seharga 1,5 milyar karena memang itu salah satu kebijakan perusahaan yang telah saya jalankan dengan memasarkan barang mereka secara illegal. Itupun saya ketika di kantor pihak berwajib tidak diruang penjara, tetapi dikantor khusus dengan pelayanan khusus pula seperti tamu besar. Jam 7 malam tak sampe sehari saya dibebaskan. Pada malam harinya saya bermimpi bertemu istri saya. Alur ceritanya seperti ini : “Ketika itu saya dijemput istri waktu saya turun dari pesawat saat pesawat sudah landing. Saya disitu jalan-jalan dengan istri keliling kota. Sangat bahagia rasanya. Ntah kenapa ketika kami menyusuri jalan tiba-tiba ada air dari jarak jauh mendekat. Saya kira hanya banjir biasa. Tapi gak taunya air itu cukup deras menerpa kami. Mungkin itu yang dinamakan Tsunami kali. Kami tenggelam diterjang oleh air yang sangat deras tersebut. Jangankan mau menolong istri, mau menyelamatkan diri saja gak mampu. Dengan sekuat tenaga saya berenang tiba-tiba ada yang menarik tangan saya. Seketika itu saya tersadarkan diri kalau tubuh saya udah didaratan tinggi yang sangat aman dari bencana itu. Tak taunya yang menarik tangan saya itu adalah istri saya sendiri. Dalam mimpi itu istri saya sangat cantik sekali, dia memakai pakaian yang sangat putih sampe bercahaya. Dia hanya berkata “Tinggalkan kegelapan itu, temukan cahaya itu”. Saya sungguh tak mengerti apa maksud dari semua itu. Keesokan harinya saya akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja. Walaupun atasan dengan berat hati dan atas kekukuhan hati saya, akhirnya saya diijinkan untuk mengundurkan diri secara terhormat.
Satu hari kemudian saya bertanya pada teman saya tentang apa arti mimpi itu. Bukan jawaban yang saya dapatkan malah ajakan. Saya diajak ke sebuah pertemuan majelis ta’lim. Mereka mengadakan pengajian rutin setiap minggunya. Diskusi pengajian itu membahas tentang kehidupan abadi setelah meninggal. Gak tau karena kerasukan / kesurupan apa saya menangis menjadi-jadinya dipengajian itu. Seperti malu udah tak punya lagi. Saya benar-benar nangis. Dalam benak saya ya Allah…, kebodohan apa yang telah saya lakukan ditempat yang kau ciptakan ini. Saya gak pantas berpijak diatas ciptaanmu ini. Hukumlah segala kebodohanku ini. Saat itupun saya mulai untuk mendalami dunia Islam. Sungguh hebat dan maha agung atas ajaran yang suci ini. Disini saya mendapatkan cahaya. Apakah ini yang telah dikatakan istriku. Tiap saat tak henti-hentinya saya panjatkan doa untuk istri yang telah kusia-siakan. Saya telah melakukan banyak kebodohan dengan mengabaikan segala nasehat istriku.
Akhirnya Alhamdulillah saya telah melalui puasa Ramadhan saya yang pertama. Dan sangat senang saya menjalankannya. Sampe berjalan seiringnya dengan waktu saya mencoba untuk mempelajari Islam itu sendiri tanpa ada bimbingan khusus. Saya membeli buku dan CD untuk saya baca dan saya dengar. Alhamdulillah hidayah apa yang Allah berikan padaku, Insya Allah saya sudah bisa membaca Al Qur’an dan hafal beberapa surat dan doa. Saya udah biasa melakukan sholat wajib maupun sunnah. Sampe detik ini pun HP saya udah saya set untuk agar alarm bunyi saat tengah malam. Agar saya bisa melaksanakan sholat tahajud memanjatkan doa untuk istriku.
Pada awal bulan April 2010 saya menginjak kota Jakarta dan menginap di rumah kakak saya di daerah Jakarta Selatan. Disitu saya menemukan teman baru. Saya senang bias menjalin teman didunia baru. Disuatu masjid Insya Allah saya rutin mengikuti pengajian yang diadakan. Sampe akahirnya saya menemukan komunitas baru, yaitu teman-teman yang senasib. Mereka adalah para “Mualaf”. Kita cukup senang karena bisa belajar bersama. Jadi semangat belajar sangat tinggi. Inilah sepenggal kisah saya masuk menjadi seorang “Moeslem sejati”. Jika teman-teman ada yang ingin berkenalan dengan saya silahkan saja melalui Facebook saya atau Yahoo Messanger saya yaitu di naka_muallaf@yahoo.co.id
Tegakkan agama Allah yang suci dan penuh barokah ini. Allahu Akbar!!!
Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Struktur Organisasi

PENDIRI :
    Ketua :
             H.Ahmad Yusuf 
             (Sutradara, PembinaForum Iman, Koperasi  KaryawanFilm dan
             Televisi ,Rumah Kreatif Nusantara,Sanggar Ciliwung, Sinema 83)
     Anggota Dewan Pendiri :

SyamsuddinRajab, SH, MH
CintyaKusuma Lestari (Eca)
 H.Hamzah Hasan, Lc,MA
 AthiaTsafitri , Lc
 AndiFajar Hermansyah
 (BendaharaYayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera)

PEMBINA :
      Ketua Dewan Pembina :
       Syamsuddin Rajab, SH, MH  
       (Ketua Umum Persatuan Bantuan HukumIndonesia)
        Anggota Dewan Pembina :
        H.Ahmad Yusuf
        H.Hamzah Hasan, Lc,MA
        AthiaTsafitri , Lc
        H.  MRamdan Effendi ( Anton Medan )
PENGAWAS :Ketua :

         Ketua :
         Drs. EggiSudjana,SH, Mc s
         Anggota DewanPengawas  :
         EkaAgus HR (ECO Pasantren Bandung)
         HBudi Prasetyo (Pembimbing Haji Kalifah Tour)
         MirzaHippy
         (Kordinator Penggalangan Dana Yayasan Pembangunan
          Masyarakat Sejahtera)

PENGURUS :
         
          Ketua                                                          : HJ CINTYA KUSUMA L (ECA)
                                                                                   muallaf 2001
                                                                                   (Kamilia Lathifah Yasmin) 
           
            Wakil                                                          : Effendi Jarkasih 

           Sekretaris                                                   : IrawanBestyn

           Bendahara                                                  : HerlinWindya 

            Bidang Dakwah dan Amaliah Sosial : Helmi Achmad Alamudin

                                                                                    : Nanang Kurniawan
                                                                                     : Yuni C 
              Informasi  dan Komunikasi                 : Salma Fitria
                                                                                      : NuurRahimia Dwi lestari
              Penggalangan Dana & Usaha              :Edi Suhendi Hidayat, SE
                                                                                        (Mualaf 2010)
                                                                                        :Cintya Febriana
                                                                                       : Imelda C Sekeon
                                                                                        : Kol. Ir. Moeryanto, M.Si
                                                                                         : Mirza Hippi
            Litbang                                                               :Ayu Susan
            Hukum                                                               : Hizbullah Ashiddiqi S, SH
                 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.